#1MugBeras

Peduli Rokatenda

Senin, 01 Februari 2016

Surat Untuk Barista Cafe di Kuta. #2


Kepada Kaka Nyong Barista Cafe di Kuta. Bali
Selamat sore, apa kabar?

Hai, Selamat sore.
Aduh, berapa kali akan saya sebutkan Sore padamu Kaka Nyong Barista yang namanya saja saya tidak tahu. Kaka Nyong, bisakah saya panggil namamu Kaka Nyong saja? karna di Timur. Kaka Nyong terdengar Seksi. begitu juga kamu.

hampir setiap hari saya disini Kaka Nyong, duduk di meja depan kasir, karna dari tempat inilah saya bisa mendapaatkan posisi terbaik untuk menciumi aroma kopi dan juga tidak habis memandang wajah kamu Kaka Nyong.

setiap kali saya masuk di Cafe ini, semua staff akan menyambut saya baik, menawarkan senyum dan berkata apa saya ingin minuman saya seperti biasa.
Iya, Kaka Nyong Barista sendiri sepertinya sudah tau mau saya.
White Chocolate Mocha, Extra Shot Espresso dengan Skimmed Milk.
tidak akan lupa kan Kaka Nyong?
suhu dari minuman saya sendiri harus tidak kurang tidak lebih 65derajat.
Pas diminum kapan saja, ingat? Hahahaa.

Kaka Nyong Barista selalu ingat, selalu hapal.
selalu membuat saya kagum, karna yang saya atau, saya cuma pelanggan yang pesan minuman dengan ukuran kecil, minum di tempat, tidak pernah pesan Cake atau Muffin, tapi dia mengingat saya. dia menyimpan saya. dari sekian juta pelanggan Cafe di tengah Mall ini.

Oh ya, saya mengikuti Fanpage Cafe kalian Kaka Nyong Barista. di Facebook.
saya dapat nama kamu disana. 'Dee' . I Gede Alfa Prima.
nama yang rakus menurut saya diberikan oleh orang tua. menginginkan Kaka Nyong Barista jadi orang hebat, mungkin jadi pejabat.
tapi, yang saya lihat disini, adalah Dee.
Dee yang jatuh cinta kepada kopi. yang membuat seni diatas cangkir kopi.
yang mengingat pesanan saya, di luar kepala. Si Kaka Nyong.

saya ingat sesuatu. yang lucu. yang mungkin akan membuat kita dekat Kaka Nyong.
adalah ketika kamu bertanya, kenapa saya sukaa White Chocolate Mocha? kenapa saya suka dengan Extra Shot Espresso? kenapa?

 Hahahaha, maaf.

Kaka Nyong Barista atau Dee. begini,
tidak pernahkah kamu peka? berapa orang yang akan sanggup minum Extra Shot Espresso dalam cangkir mungil mereka, berapa orang dalam sehari yang sama seperti saya memesan White Chocolae Mocha? tidak ada kan? Kaka Nyong Barista, saya sama sekali tidak suka White Chocolate Mocha ketika pertama kali saya pesan di Cafe ini, saya akan memesan Cappucinno dengan 2 gula merah di dalamnya, dan saya bawa pulang. tidak ingin berlama-lama di tempat ini,
tapi Aura mu Kaka Nyong, membuat saya berbohong dan bilang saya sangat amat menyukai secangkir coffee yang kamu suguhkan. tapi, saya minta maaf.
karna Kaka Nyong, saya belajar.
kenapa  tidak mencoba hal baru? kenapa tidak menantang dirimu sendiri?
tahukah kamu Kaka Nyong, setelah hari pertama saya minum itu, saya perlu memegang tiang selama turun ke Mall di seberang jalan, degup jantung saya berdebar keras entah karna Kafein, atau karna senyuman Kaka Nyong. saya ternyata tidak bisa dengan itu, tapi saya mencoba. dan sekarang saya terbiasa.

ini semua karna gengsi Kaka Nyong, karna saya merasa bahwa saya perlu membuktikan kepada kamu, bahwa jika ingin mendekati Barista, kamu harus suka dengan hal yang dia suka.
saya belajar, dan saya mulai tidak hanya jatuh cinta dengan Kaka Nyong, tapi juga kopi.


Terima Kasih untuk tidak pernah terlalu peduli dengan gerak gerik sayaa,
yang ketika habis meminum kopi minta segelas air putih dan pulang tergesa. saya belajar dari setiap moment itu. anggap saja seperti itu. Itu saja, selamat sore.

Iya. selamat sore Kaka Nyong Barista.
yang ternyata nama aslinya bagus sekali. :p

Selamat Sore.


#30HariMenulisSuratCinta #2
#SuratUntukBaristaCafediKuta



1 komentar:

  1. seruuu bacanya, aku jadi bisa bayangin kejadian peristiwa yiahaha, semangat yaa

    -ikavuje

    BalasHapus