#1MugBeras

Peduli Rokatenda

Rabu, 31 Oktober 2018

Kemenangan Sepihak - Puisi

Rencana hanya tinggal rencana.
Hukuman untuk aku ini yang paling berat adalah bukan tidak dicintai.
Jangankan dicintai, dihargai saja tidak pernah.
Sungguh murahan. Aku ini.

Hukuman untuk aku ini adalah tidak ada alasan lagi untuk mencintai dan merindukan anak orang.
Aku melihat sendiri ketakutanku.
Sombong dan beraniku. Egoisku yang dibungkus baik, " selamat pagi sayang. tidurmu nyenyak semalam?" Padahal saja, aku sudah mengirimkan mantra agar ia mulai tahu bahwa aku gerah tidak dicintai.

Pandanganku mulai kusut.
Payudaraku menganggur dimalam - malam ia menelanjangi aku dengan mata liarnya.
Jari-jariku lelah naik turun meminta digenggam erat. Aku pikir aku meniduri seorang pemakan segala, mungkin.
Tipuku.

Aku mendengar dari obrolan dan gosip - gosip dari setan serta hantu yang tidak punya rumah.
Bahwa kamu dan jiwamu tidak berada di antara kakiku ketika kamu mencicipi aku.

Kemenangan sepihak ada padaku.
Sekali lagi ingin kutalak tiga hubungan kita.
Tapi, sungguh.

Aku ingin bertengkar lebih dulu.
Lalu pergi dengan punggungmu penuh rasa bersalah dan caci maki.

Karna,
Kekalahan sepihak dariku adalah tetap mencintaimu meski kamu dingin dan beku.

Jumat, 05 Oktober 2018

When He Sees Me - Him #1


Ada kegembiraan yang membuncah ketika mengetahui bahwa Pria yang sedang mencintaiku sekarang, benar- benar memperhatikan aku.
Cerita - cerita hidup dan keluh matiku.
Ini adalah tulisan tangan 'Dia' yang saya tidak minta.
Manis sekali. Saya jatuh cinta lagi.


"it was at first light, the Sun peers over the horizon. As the first rays covered the sands in a moment it catches her closed eyes.

She rises up, slow, burned by the punishment of the day before. Burns, tears, a few notes open in her pack.

With a sigh if relief, she hoist the pack on her back the weight of it nearly shakes her off balance.
The exhaustion shows in her motions.

With one last reach shr pides uo her rifle and helmet. Throwing the sling over her shoulder and releasing the rifle, cracks a small sound.

She checks on her friend, still deep in their sleep.

Content that they are unaware, she knows this her only chance to leave and finish her task.

She carefully slips on her helmet and marches to the dunes, knowing only the thought completing her task is the true comfort she seeks. "


Ada hal- hal seperti ini.
Yang kenapa, membuat kita berdua kembali.
Oh. Terima Kasih.