i
Kegemaran dibuat jadi tekanan.
Menyudutkan sisi lain dari menjadi manusia.
Aku dan beberapa perempuan lain dianggap bukan wanita, karena tidak dipasang
dengan teman - teman dari prajurit dan segala ketamakan pria.
ii
Aku bisa hidup dengan ranum ghibah.
Perempuan-perempuan lain akan memberikan lubang pada mataku,karena mereka memberiku kenyamanan untuk menuntut dunia. Seakan sudah biasa kami jadi buta hati dan buta mata.
Sungguh pria bisa jadi apa saja yang mereka mau, tapi jangan ijinkan mereka pakai gincu.
Di lain pihak, untuk mendapatkan kekuasaan dan menginjak lehermu yang tampan dengan HAK-ku yang tidak seberapa tinggi.
Aku butuh maskara dan
oh, segala yang merah.
iii
Bisa. Racun. Mampu
Dapatkah aku?
Kelak nanti kalau mulutmu benar bilang kita setara.
Kenapa harus perempuan yang dihina karena melahirkan manusia- manusia ceroboh dan gila?!
iv
Suatu halaman dalam legenda.
Ada cerita tentang seorang dewi sebelum dewa.
Jangan ragukan apa bisaku karena kepunyaan vagina.
Karena sekalinya kamu berada diantaranya.
ada yang lebih kuat dari cinta dibalik aksara dan suara.
oh, dimana rata tanah tempat kita berpijak Tuan?
tolong beri aku ruang. sisi lain dari kebijaksanaan.
dan pastikan itu bukan adalah liang.
| anak hilang di Jakarta, mencoba menemukan daerah Menteng. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar