Rabu, 04 Februari 2026

Perempuan Tenang - rose from the death ( poetry)

Aku melihat. Dan tidak ada yang begitu baik.

Aku memusatkan pikiran. 

Aku menentukan pilihan.


Tidak bisa dijelaskan.

Ketakutan dan kemarahan.


Rasa sedih dan ingin sekali kembali.

Aku menemukanmu diantara sembunyi.

Dan menjagamu diantara sinar matahari.


Hari ini hujan.

Dan satu retakan muncul di bibir cawan.

Hari ini mendung.

Sepertinya aku merasa malu karena dirundung.


Kemarin - kemarin aku menari.

Membuat luka tidak baik untuk hati.

Kemarin juga aku duduk.

Semua yang ingin kusampaikan hilang,

Aku hanya bisa diam. Tidak boleh mengamuk.

Karena jika hilang ayu peringai lemah lembutku. 

Kamu bisa mengamuk.


Untuk fase selanjutnya.

Aku menunggu. Diam dan tidak banyak bicara.


Untuk kesempatan berikutnya,

Aku harus bisa mencari alasan dibalik buah-buah ketimpangan dari kita 

menjadikan kita diam dan tidak banyak bicara.


Terima kenyataan bahwa perang dimulai dari keterlambatan untuk mengerti apa yang sebenar-benarnya terjadi.


Perihal menjadi Perempuan.

Perihal menjadi Ibu dari keluargamu bukan keluargaku.

Perihal bahwa ketuban yang mengalir dari tubuhku adalah kejayaan milik kuat dan betapa gagahnya dirimu.

Perihal bahwa perut dan dadaku bisa jadi lahan pasar. Dibentangkan tanda bahwa aku pernah sakit dan aku akan dengan akal sehatku menyambut baik perasaan itu.


Hari ini cerah terang.

Akan kusiapkan padamu makan siang.

Jangan datang terlambat ataupun telat.

Setelah nanti datang petang akan kusiapkan pencuci mulut lainnya.

Alasan baru kenapa kamu harus mengutuk aku karena memutuskan untuk mencuci baru lepas kaos putih dan jins biru. Bukan dengan semangat menanggalkan kain agar bisa kamu kenyang dan tenang.


Aku perempuan.

Aku harus diam dan tidak banyak bicara.

melahirkan perempuan tenang setelah menjadi korban.





bersama Ms Maya & Mr Max - one of my biggest supporter



Tidak ada komentar:

Posting Komentar