| trio sinepil |
i
legenda dalam semesta yang utuh ini, serta mulia dimulai oleh Yang Maha Esa, dan merambat pada penciptaan manusia sebagai seni-seni pahat keramat.
Dewa dan Dewi tidak punya aturan sendiri, ditabuhnya rebana dalam lengking lenguh diperas, diremas dan sekali teguk, dihabiskan. serakah serupa bencana.
kaki- kaki penari melepuh,
ruang riang berhenti aman,
ini apa benar kesempatan untuk dimengerti, atau bagian dari…?
ah, isi sendiri..
ii
Untuk bergaya daya, ada tarik menarik yang membutuhkan tenaga.
banyak diantara yang merasa berbeda, meminta pengertian yang sama setara.
suara satu untuk dua orang,
suara dua untuk yang rendah,
suara rendah untuk yang tinggi,
ketika hening, banyak bisik-bisik melewati hari.
ruang bergaya daya, diciptakan untuk pemirsa.
dan lebih dari cukup karya dipakai seperti selempang sukacita.
mengundang untuk duduk bersila.
manusia dan hasil cipta guna akhlak dan rasa berpadu,
badai dalam kemasan.
runtuh hujan dalam kecemasan.
iii
layak diarak, dijadikan bahan berdebat.
hampir ditembak,
karena ditanya seperti penjahat.
dipaksa masuk, diminta untuk tunduk.
lebih dekat, dengarkan aku mimpi indah selalu berakhir dengan hadiah penghargaan cinta dibalik pelangi yang menawan.
duduk lebih lama denganku, lebih dekat. karena bisa saja mati moralku yang sudah busuk di depan banyak orang, bahkan di depan keluargaku sendiri. cerita yang sama, setiap kali.
pembohong yang tidak bisa diajarkan marah.
Aku mengirimkan puisi hari ini karena aku berduka.
Semoga semua mahluk berbahagia,katanya.
Tapi doaku bukan hanya untuk kita.
Kepada siapapun yang akan membawa parang dan menyebabkan luka.
Hancurkan jantungku.
Sajikan hatiku.
Dan menangislah seperti aku adalah teman baikmu.
iv
aku mencoba menghargai bulan dan matahari yang menyemangatiku.
Karena mungkin aku cuma bisa jadi bintang, yang sinarnya tidak akan pernah sampai,
dosaku masih digulingkan oleh mata elang yang memastikan rupiah terakhir yang ku-punya menjadi koin kusam terakhir yang bisa ditukar dengan pengalaman.
senang - senang. menari dengan suara gendang,
jadikan ranum dada dan isi kepalaku, sebagai komersil murah, apakah aku dihitung sebagai pencipta dan pemuja wangi minyak kelapa di rambutku adalah hamba?
belum selesai, kita semua berseri seni.
asaku masih membara, tidak pernah sudah - sudah.
christymawar
nov 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar