untuk menjelaskan bagaimana aku tidak percaya dengan pernikahan, adalah akibat dari satu pihak. aku sendiri yang dari pengalaman selama ini menuntun aku untuk tidak percaya dan tidak menaruh perhatian pada pernikahan.
Untuk teman - teman saya yang menikah. selamat. semoga kalian tidak begitu marah membaca ini,
untuk yang baru mau menikah, tolong jangan pikirkan sebuah ide gila dari seorang Christina Mawar yang mungkin saja bisa membawa kalian ke polemik yang lebih dalam.
yang ingin menikah dan tidak punya pacar atau punya pacar tapi dikodein ngga peka - peka, mungkin kalian harus berusaha lebih keras.
dan yang satu pola pikir aneh bin ajaib ini. tolong merapat ke saya, boleh kali saya kasih pelukan. hahaha.
menjadi tidak masalah sama sekali untuk semua orang yang punya konsep hidup atau bagaimana prinsipnya saya tidak mengerti seperti di atas.
mempunyai hubungan pernikahan jaman sekarang adalah hak kamu! hak setiap orang, dan tidak menutup kemungkinan bahwa pernikahan pada dasarnya bisa memberikan kebahagiaan. untuk kamu yang bisa mempercayai orang lain dan bisa membiasakan diri untuk dengan satu orang seumur hidupmu. adalah tindakan yang amat sangat berani.
dan saya mengacungi jempol untuk keberanian seperti itu.
untuk saya, keberanian seperti itu adalah batas saya menjadi seorang normal. atau kamu bisa bilang menjadi normal.
tapi, ada segelintir orang di luar sana yang tidak percaya dengan pernikahan. dont blame me,
saya beberapa waktu lalu melihat seorang teman sharing something thoughtfull in IG stories,
dia begitu geram dengan kawan - kawannya yang Hijrah dan terus - terusan berbicara tentang menikah, bagaimana menikah bisa menghindarkan kita dari Zinah dan Fitnah. damn gurl. benar sekali kalau Menikah bisa menghindari kita dari hal itu.
tapi bukan berarti kamu bisa dengan sekenanya mengomentari bagaimana orang lain menikmati pilihan mereka untuk tetap bersama orang dalam status pacaran.
ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang yang sedang hijrah dalam pengalaman berhijrahnya dia dengan mendorong dan memberi semangat wanita lain untuk tidak melulu memikirkan pernikahan.
ayo bisa kita bicarakan tentang bagaimana 'SELF LOVE' dan 'MENGHARGAI PILIHAN HIDUP ORANG' dengan tidak menjudge pilihan teman - teman yang masih belum bisa bertobat karna masih mau menikmati dunia mereka.
menikah bukan soal cinta dan bagaimana menghindari semua hal diatas kan?
tapi bagaimana mendewasakan diri menerima orang lain untuk dengan rela menerima kita setiap hari tanpa berkomentar bahwa kita perlu berubah.
menikah itu bertumbuh, belajar.
menyukai 24jam bersama jika tidak ada yang dikerjakan. membantu satu sama lain untuk mengurus dan melihat dunia ke arah lebih baik.
apa kamu siap?
apa kamu siap dengan keadaan yang bisa saja kamu habiskan bersama seperti itu setiap hari?
i dont believe on it. as a free spirited person.
Jadi kalian mungkin yang sudah bisa mengatakan diri siap. bisa membuat saya berpikir ulang. please share that with me.
saya minta.
![]() |
| ksatria dan hati yang penuh lara. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar