Selasa, 10 Februari 2026

SPIRALS

 


6 figures that break her.


Jadi kamu terus menulis puisi, karena tidak ada yang mendengarkan kamu?

Jadi…

Kamu terus menerus menulis puisi karena kamu ngerasa ngga ada yang ngedengerin kamu?


Ada dari banyaknya kesempatan betul didengarkan dan sepenuhnya dimengerti. Menulis dan menari adalah berkat.

Ingin selalu aku dekap erat.


Sama seperti banyaknya kesempatan memilih untuk dicintai dan pergi. Akan banyak juga lewat sedih dan rasa sendiri. Tapi lewat cerita dan asa, bisa kita buat dan serap. Dan satukan, bukan dalam semuanya.. meraih-raih, kerah baju dan kaki pincang yang tertatih-tatih. 


Menjadi seratus persen manusia adalah pekerjaan berat.

Duduk, bangun makan dan berdiri dan mencintai.

Melukai, menghargai dan juga tahu mana waktu yang tepat untuk memuji.

Menjadi setengahnya manusia juga tidak susah.

Asal tidak mudah menyerah.

Mencoba untuk tidak cepat sukar dalam gundah.

Bersikap sepantasnya, merdeka juga bebas bertanggung jawab dalam menyampaikan rasa juga hasrat gila, masuk dan meraja diatas suka dan duka.


Ada lampu. Ada matahari merah diatas kepalaku.

Ada juga yang berlari jauh diantara, apa kenapa dan bagaimana.

Kita memohon untuk jatuh supaya terluka.

Kita meminta bangkit untuk bisa merasa berguna.

Kita melewatkan pagi dengan berdoa.



Sayangku.. sudah cukup.

Sayangku.

Sudah cukup.

Tolong jangan mabuk, dengan puji-pujian yang manis.

Kamu tahu sendiri, rasa manisnya ditelan dengan gesit, masuk ke dalam badan untuk bisa ditalang.

Baik-baiklah sayang, ada banyak kesempatan kembali mengenal diri sendiri, lewat jasa patah semangat dan mati diantara rundungan jahat.

Berkata-katalah yang baik.

Naik dan itulah yang paling menarik.

Semua perihal dan juga pilihan berhadiah kebebasan.

Dengan keahlian tidak lagi menjadi penipu.

Tapi menjadi manusia sebenarnya manusia, hidup.

Dan berbahagia.

Dengan hadiah kebebasan.

Lewat terus terang. Lewat maju tanpa pantang.

Lewat menangis diantara seperempatnya malam.

Lewat pukulan dan cambuk kecewa dan penghinaan.

Kita akan mendapat hadiah. 

Meski sepele dan tidak bisa disangsikan juga.

Tapi belajar menjadi manusia lewat manusia lain yang juga merasakan jatuh bangun dunia dipeluk kerasnya ujian dan dera.


Kita akhirnya pasti bisa.

Dan mampu berbahagia.


Meski banyak rintangan juga tanda tanya.

Kita pasti suatu saat akan benar jujur jatuh cinta.

Kepada pesona dengan diri sendiri dalam jiwa raga fana.

Terus bahagia.

Sampai nanti bahagia.

Selamanya bahagia.


you just need to sit down and listen to me.

Senin, 09 Februari 2026

Seni Seri ( Art For You)

trio sinepil

 i

legenda dalam semesta yang utuh ini, serta mulia dimulai oleh Yang Maha Esa, dan merambat pada penciptaan manusia sebagai seni-seni pahat keramat.

Dewa dan Dewi tidak punya aturan sendiri, ditabuhnya rebana dalam lengking lenguh diperas, diremas dan sekali teguk, dihabiskan. serakah serupa bencana.

kaki- kaki penari melepuh,

ruang riang berhenti aman,

ini apa benar kesempatan untuk dimengerti, atau bagian dari…?

ah, isi sendiri.. 



ii

Untuk bergaya daya, ada tarik menarik yang membutuhkan tenaga.

banyak diantara yang merasa berbeda, meminta pengertian yang sama setara.

suara satu untuk dua orang,

suara dua untuk yang rendah,

suara rendah untuk yang tinggi,

ketika hening, banyak bisik-bisik melewati hari.


ruang bergaya daya, diciptakan untuk pemirsa.

dan lebih dari cukup karya dipakai seperti selempang sukacita.

mengundang untuk duduk bersila.

manusia dan hasil cipta guna akhlak dan rasa berpadu, 

badai dalam kemasan.

runtuh hujan dalam kecemasan.


iii

layak diarak, dijadikan bahan berdebat.

hampir ditembak,

karena ditanya seperti penjahat.

dipaksa masuk, diminta untuk tunduk.


lebih dekat, dengarkan aku mimpi indah selalu berakhir dengan hadiah penghargaan cinta dibalik pelangi yang menawan.

duduk lebih lama denganku, lebih dekat. karena bisa saja mati moralku yang sudah busuk di depan banyak orang, bahkan di depan keluargaku sendiri. cerita yang sama, setiap kali.


pembohong yang tidak bisa diajarkan marah.

Aku mengirimkan puisi hari ini karena aku berduka.

Semoga semua mahluk berbahagia,katanya.

Tapi doaku bukan hanya untuk kita.

Kepada siapapun yang akan membawa parang dan menyebabkan luka.


Hancurkan jantungku. 

Sajikan hatiku.

Dan menangislah seperti aku adalah teman baikmu.



iv

aku mencoba menghargai bulan dan matahari yang menyemangatiku.

Karena mungkin aku cuma bisa jadi bintang, yang sinarnya tidak akan pernah sampai,

dosaku masih digulingkan oleh mata elang yang memastikan rupiah terakhir yang ku-punya menjadi koin kusam terakhir yang bisa ditukar dengan pengalaman.


senang - senang. menari dengan suara gendang, 

jadikan ranum dada dan isi kepalaku, sebagai komersil murah, apakah aku dihitung sebagai pencipta dan pemuja wangi minyak kelapa di rambutku adalah hamba?


belum selesai, kita semua berseri seni.

asaku masih membara, tidak pernah sudah - sudah.




christymawar

nov 2025


Sabtu, 07 Februari 2026

Ksatria - Yang Penuh Lara ( berima dengan Malang Raya?)

 Dua kehilangan, satu kedatangan.

Sebuah hasrat untuk pulang.

Sembunyi dalam bayang-bayang keinginan.


Handai-taulan mengenali bahwa jika tungkai dan mata kakiku sudah melepuh, berarti ada yang salah dalam kemampuan berpendapat.


Ksatria yang hatinya penuh lara.

Mencintaiku seperti hangat matahari, ada tidaknya dalam horizon bumiku yang bundar selalu disana dan berputar-putar menyemangati tanda seru daoazzn tanda tanyaku.

Kapital huruf dan semua swafoto-swafoto menunjukan siku dan dahi berkerut.


Tuan Putri yang hilang tiara.

Berhenti minum-minum tequila diantara serarah jam dua ke jam tiga.

Subuh-subuh ia bercerita.

Mengumpulkan bukti dan juga fakta.0

Bahwa tahun-tahun jatuh cinta dengan manusia lain bukan berarti kenangan dan asa mereka jadi sampah.

Untuk berkembang, dan dikalungkannya gelar menjadi tua dan dewasa.

Belasan tahun lamanya.


Dari terang menuju gelap dan datang lagi.

Gelap menuju terang.

Dari mendung menjadi cerah.

Dari dipakainya baju hingga telanjang dada.


Ksatria dan Tuan Putri terjaga.

Menciumi isi kepala berisi keluh dan kesah.

Kenapa harus berjarak antara punggung dan bibirnya.

Kenapa tangannya yang berisi luka, bisa meraih segala kerinduan dari hati yang lengah.


Aku ingin bertanya,melihat apa reaksi dari berkaca..

Aku tidak perlu jadi benalu untuk terus dekat denganmu.

Aku tidak perlu membuka baju untuk bisa mencintai tubuh juga cerita kelam kejammu.

Aku tidak perlu berjalan jauh untuk mematahkan semangat untuk bersamamu.


Jarak ini adalah hal lain yang kubenci tapi jua harus kuhormati.

Memperkenalkan kita tentang saling jujur dan berterus terang tentang cuaca dan berapa kali aku makan sehari.


Aku mempersilahkan permintaan maaf untuk pergi sejauh mungkin, karena dengan cara itu aku bisa jauh mencintai diriku saat bersama dengan lengan dan lehermu yang aku gigit bersamaan lewat kuku dari tangan kanan dan juga lewat bibirku yang menawan.

Tapi,

Rindu denganmu adalah permintaan maafku yang berlarian seperti lebah liar.

Menyeruduk pada setiap ketidakpastian.

Apa yang kita lakukan?


Aku ingin sekali berdiri diatas kakiku..

Tapi berada di atas pinggangmu bukan sesuatu menurutku bisa dijadikan sesuatu permasalahan yang akan kita bahas dalam diam.

Aku ingin sekali menemuimu dan memintamu tidur di antara garis tanganku yang sudah berkisah tentang kita.

Tapi hilang akal sehat dan ditinggalkan di tengah kedai kopi yang sesat adalah kutukan. Kasar dan Kelam.


Ksatria yang hatinya penuh lara.

Puisi ini tidak akan ku bacakan untuk orang lain, jika kamu tidak setuju aku mencuri bibirmu untuk seluruhnya nanti dalam dekat dan rapatku.



A Stranger Without A Name - classic SXX


About falling and feeling pain all through.

I have mastered it all.

Especially when I have never see your wedding invitation myself.

If I’m not there, how can the celebration of love feel complete?

I’m just a stranger, unnamed and forgotten.

It’s been ages since I’ve heard the heartbreak song,

But meeting you in the heart of Denpasar city.

God, it made me long to break again.

How pathetic I must seem.

“The Other Woman” yet foolishly feeling like the first.

What if I became cruel?

What if they called me a liar?

What if cruelty truly resides in me?

What if it’s true that I am a liar?

Under the fullmoon’s gaze,

Amid the overpriced aroma of shitty coffee shop that stains.

I found you.

The one who sang endless praise to me every night.

To me,someone who loves her lipstick any color but red,

Tempting because I am a woman of misfortune.

And yet, the whispers sharp and unkind follow you.

Demons turn their faces away,

Their steps quick as they pass me,

Their heads low, refusing me their blessing.

And I hear it: their murmurs.

The moon and its demons join hands,

Offering me a pact I dare not make.

Your hand resting on my thight, it feels like a weight,

A threat I cannot bear but won’t let go of.

But still,

I believe.

I believe in you.

From you, I’ve given my energy. half of what remains.

Every part of me is exhausted from storing your smile.

I can’t bear to look at you anymore; daydreaming is all I can do.

Don’t ask me why.

I want so desperately to kiss your lips.

To take back the priceless energy I’ve spent,

So I can carry it home as a keepsake.

I’m sorry if I call you "love."

Sorry if I hug you suddenly.

I’m just exhauted

Tired of holding my own sadness and pain.

Sorry,

Because I’ve started to miss the sadness you bring into me.

I play heartbreak songs on repeat.

My tasks were beyond reading poems that tells the sorrow.

I must also learn to find joy.

But your task is to become a better husband.

Though it seems impossible,

Not when you keep lying.

I hope meeting me makes you happy.

Because this is real. I am real.

And after this, we will lose our hearts and voices.

And never speak again.

Touch me if you dare. Hold me if you wish.

Pray that I remain patient, always.

Because you may promise to protect me—

Even from afar. Even though I’m not yours.

Jumat, 06 Februari 2026

Sisi Lain ( aku suka melihat laki-laki pakai gincu)

 i

Kegemaran dibuat jadi tekanan.

Menyudutkan sisi lain dari menjadi manusia.


Aku dan beberapa perempuan lain dianggap bukan wanita, karena tidak dipasang

dengan teman - teman dari prajurit dan segala ketamakan pria.


ii

Aku bisa hidup dengan ranum ghibah.

Perempuan-perempuan lain akan memberikan lubang pada mataku,karena mereka memberiku kenyamanan untuk menuntut dunia. Seakan sudah biasa kami jadi buta hati dan buta mata.


Sungguh pria bisa jadi apa saja yang mereka mau, tapi jangan ijinkan mereka pakai gincu.

Di lain pihak, untuk mendapatkan kekuasaan dan menginjak lehermu yang tampan dengan HAK-ku yang tidak seberapa tinggi.

Aku butuh maskara dan 

oh, segala yang merah.


iii

Bisa. Racun. Mampu

Dapatkah aku?

Kelak nanti kalau mulutmu benar bilang kita setara.

Kenapa harus perempuan yang dihina karena melahirkan manusia- manusia ceroboh dan gila?!


iv

Suatu halaman dalam legenda.

Ada cerita tentang seorang dewi sebelum dewa.

Jangan ragukan apa bisaku karena kepunyaan vagina.

Karena sekalinya kamu berada diantaranya.

ada yang lebih kuat dari cinta dibalik aksara dan suara.


oh, dimana rata tanah tempat kita berpijak Tuan?

tolong beri aku ruang. sisi lain dari kebijaksanaan.

dan pastikan itu bukan adalah liang.


anak hilang di Jakarta, mencoba menemukan daerah Menteng.



Kamis, 05 Februari 2026

Kekasihku, Segara. ( hidup dalam dekade-ku)

 i

aku ingin menceritakan tentang rumah dan bangunan yang sudah tiada karena keputus
- asaan dari yang pernah duduk dan tinggal di dalamnya,

banyak diksi, kurang aksi. 

rumah milik pemerintah sekarang tumbuh semak yang tingginya diatas mata kaki.

cerita lama tentang memori, berputar sendiri dalam wangi gula dan ragi.


kekasihku sering sekali berkunjung di siang hari sampai tengah malam.

menemani Bapak-ku bercerita, melihat isi rumah bekerja, dan lebih sering melihatku hilang dalam sapaan pergi dan kembali datang. 

dalam rumah dan bangun yang sudah tiada karena keputus-asaan dari yang pernah duduk dan tinggal di dalamnya,

kekasihku sudah menjajah rumahku selayaknya ia punya ruang untuk berkuasa.

dan aku mengambil andil kenapa dia diperbolehkan untuk berbaring dalam genggamku setidaknya untuk merasa punya asa untuk pulang.


kekasihku, cintaku, sayangku.

ada ketika Ibu-ku masih berdiri dengan gagah,menggulung roti dan memasang gorden emas dengan aksen merah meriah untuk menyambut hari raya, tanpa harus mataku diberikan padanya,  ia sudah pasti melihat perempuan kuat dalam rumah dan bangunan yang sudah tiada karena keputusasaan dari yang pernah duduk 

dan tinggal di dalamnya.

kekasihku menawarkan tangan dan kenangan. jika aku menyangkal kehadirannya, 

rumahku bukan lagi rumahku.


ii

kekasihku memeluk rusukku saat gereja tua melupakan tugasnya untuk memberkati umat yang berdosa, aku mencoba untuk tidak merusak apa yang sudah ada.

kerinduan yang dalam dan memalukan.

keinginan untuk membuka lebih banyak dari sekedar ‘ apa kabar peri kecilku?’

kesiapan dari melanggar perintah diatas dosa.


Kekasihku, Segara.

seandainya lewat iman yang teguh aku bisa memindahkan gunung.

lalu  disatukan dua tiga pulau yang selalu membicarakan musim panas bergairah diatas teh manis yang membuatku jauh mendayung palung.


iii

Kekasihku, Segara.

menantikanmu adalah perkara mudah.

akan ku buatkan satu persatu bata ditata, untuk membuat rumah dan bangunan, yang tidak ada keputusasaan untuk siapapun yang duduk dan tinggal di dalamnya.

memikirkanmu membuatku tenang.

mencintaimu membuatku menang.

menyentuh diriku dengan mendengarkanmu adalah senang.



Menyukai perjalanan Kapal Laut karena tidak pernah takut, tidak akan pernah.



inspirasi dari Segara adalah momentum pulang & pergi.

Rabu, 04 Februari 2026

Perempuan Tenang - rose from the death ( poetry)

Aku melihat. Dan tidak ada yang begitu baik.

Aku memusatkan pikiran. 

Aku menentukan pilihan.


Tidak bisa dijelaskan.

Ketakutan dan kemarahan.


Rasa sedih dan ingin sekali kembali.

Aku menemukanmu diantara sembunyi.

Dan menjagamu diantara sinar matahari.


Hari ini hujan.

Dan satu retakan muncul di bibir cawan.

Hari ini mendung.

Sepertinya aku merasa malu karena dirundung.


Kemarin - kemarin aku menari.

Membuat luka tidak baik untuk hati.

Kemarin juga aku duduk.

Semua yang ingin kusampaikan hilang,

Aku hanya bisa diam. Tidak boleh mengamuk.

Karena jika hilang ayu peringai lemah lembutku. 

Kamu bisa mengamuk.


Untuk fase selanjutnya.

Aku menunggu. Diam dan tidak banyak bicara.


Untuk kesempatan berikutnya,

Aku harus bisa mencari alasan dibalik buah-buah ketimpangan dari kita 

menjadikan kita diam dan tidak banyak bicara.


Terima kenyataan bahwa perang dimulai dari keterlambatan untuk mengerti apa yang sebenar-benarnya terjadi.


Perihal menjadi Perempuan.

Perihal menjadi Ibu dari keluargamu bukan keluargaku.

Perihal bahwa ketuban yang mengalir dari tubuhku adalah kejayaan milik kuat dan betapa gagahnya dirimu.

Perihal bahwa perut dan dadaku bisa jadi lahan pasar. Dibentangkan tanda bahwa aku pernah sakit dan aku akan dengan akal sehatku menyambut baik perasaan itu.


Hari ini cerah terang.

Akan kusiapkan padamu makan siang.

Jangan datang terlambat ataupun telat.

Setelah nanti datang petang akan kusiapkan pencuci mulut lainnya.

Alasan baru kenapa kamu harus mengutuk aku karena memutuskan untuk mencuci baru lepas kaos putih dan jins biru. Bukan dengan semangat menanggalkan kain agar bisa kamu kenyang dan tenang.


Aku perempuan.

Aku harus diam dan tidak banyak bicara.

melahirkan perempuan tenang setelah menjadi korban.





bersama Ms Maya & Mr Max - one of my biggest supporter