Jumat, 30 Januari 2026

White Flag ( buah pikiran )

 Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun yang membuat saya mabuk kepalang ini, saya hampir menyerah karena seperti keracunan obat demam, saya membuat keputusan untuk mengambil tindakan tidak terpuji dengan mengencingi lingkaran keramat dari kemunafikan yang saya tidak pernah tuntaskan.

saya tidak pernah menang, dan rasanya sulit sekali untuk membual hal- hal baru ketika setelah umur 25, semua yang datang dan berkunjung adalah buah karma dari pengalihan isu dari setiap dosa yang telah saya pikul dengan mengesampingkan  efek jera di akhir hidup saya.

sebagai seseorang yang hanya percaya surga dan tidak dengan neraka, saya merasa bahwa beberapa kali pun saya terbangun dari tidur siang yang nyaman, saya tidak pernah merasa bahwa ide neraka yang panas adalah penderitaan yang ditawarkan oleh Yang Maha Kuasa, dunia ini adalah neraka dari kehidupan ku sebelumnya,

merasakan neraka di kehidupan baru adalah keberuntungan yang luar biasa. karena diantara bangkit dan tumbuh dari api yang tidak pernah padam, Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan untuk setiap manusia keluar dari hangat yang menyesakkan itu dengan bertobat dan jatuh cinta.

menyerah. bukan sesuatu dari Yang Maha Kuasa ciptakan untuk kita.

Ide dari menyerah adalah milik manusia.

Yang Maha Kuasa menunggu kita untuk mengakui bahwa hidup adalah sepenuhnya milik-Nya. 

sesuatu seperti Dosa dan Pahala.


dan buah pikiranku membuka gerbang, dengan tebak- tebakan yang sama sekali tidak lucu, karena dalam isi tengkorak, ada pernyataan yang menggema, buah pikiran hadiah dari Yang Maha Kuasa, bahwa aku adalah pilihan terakhir. 

ada seseorang tidur diatas kesakitan karena hafal betul Ia tentang rasa sakit dan derita yang ditanggung karena menjadi Pria Dewasa. menunjuk aku menjadi penutup hari - harinya yang penuh dengan sinar redup keberhasilan dari menutup luka lama.

aku melihat bahwa ia merindukan ku saat ada diantara luruh oksigen yang di sia-siakan dan waktu yang terbuang selayaknya sampah organik yang menghasilkan metana. terbakar tidak berguna.

aku mendengarkan musik tenang dan menggerutu kenapa tidak ada yang bisa mengajak ku memukul kepala dibalik dinding kamar indekos ku. perbincangan tentang mati, menghidupkan malam- malamku.

lagi, rupa-rupanya aku pelupa.

tidak bisa segera membuat setiap insan untuk meninggalkan siapa yang ada dalam masa lalu mereka, jika yang aku bawa sebagai perempuan dengan banyak luka, adalah malu. 

semua yang seharusnya tertutup, aku buka dengan paksa.

semua yang seharusnya untuk aku saja, ku bagi seperti sedekah.

jika ini adalah catatan yang menunjukan betapa aku cemburu pada setiap insan yang berjalan maju, mundur dan percaya diri.

maka sudah saatnya aku berhenti menulis puisi jua mempertanyakan..

'' apakah cintamu padaku berbeda dari yang lusa dan hari ini? atau besok ada perkara baru untuk kita tinggalkan sambil  mengibarkan bendera putih? ".


 *foto dari Pameran STIGMA 3.0 ( credit to Mas @bad.habit - in Instagram )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar